Dukung Penguatan Ketahanan Keluarga, Menteri PANRB Beri Fleksibilitas Kerja ASN Guna Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

News28 Dilihat

MEDIASI – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengimbau instansi pemerintah memberikan fleksibilitas kerja, seperti Work From Home (WFH), bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin mengantar anak di hari pertama sekolah. Kebijakan ini bertujuan mendukung penguatan ketahanan keluarga.

Imbauan tersebut tertuang dalam surat Menteri PANRB Nomor B/257/M.KT.02/2026 yang diterbitkan pada Jumat (10/7/2026).

Melalui surat tersebut, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) diminta memberi kesempatan kepada ASN yang memiliki anak di jenjang PAUD, pendidikan dasar, hingga menengah untuk mendampingi buah hati mereka.

“Penerapan fleksibilitas kerja ini tidak boleh mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik. Justru sebaliknya, kita harapkan melalui kebijakan ini ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan,” ujar Menteri Rini dalam keterangannya, dikutip Minggu (12/7/2026).

Rini menjelaskan bahwa teknis fleksibilitas kerja ini mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 4/2025 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel.

Ia berharap pengaturan yang baik dapat menjaga profesionalisme dan produktivitas ASN sembari tetap menjalankan peran sebagai orang tua.

“Kehadiran seorang orang tua dalam tumbuh kembang anak bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting yang memiliki dampak mendalam dan jangka panjang,” ujar Rini.

Langkah ini juga selaras dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang diatur dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN No. 17/2026.

Gerakan ini merupakan bagian dari strategi nasional menuju Indonesia Emas 2045 untuk mengatasi fenomena fatherless dengan memperkuat peran ayah dalam pengasuhan.

“Gerakan ini merupakan langkah sederhana namun dapat membawa dampak psikologis untuk mendekatkan kehadiran orang tua terutama ayah pada anak,” terang Rini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *