Komisi A DPRD Jateng : Ormas Harus Tetap Menjaga Dirinya sebagai Kekuatan Civil Sosiety

Nusantara8 Dilihat

MEDIASI – Organisasi kemasyarakatan (ormas) memiliki peran strategis dalam memperkuat demokrasi, menjaga persatuan, serta mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, ormas dituntut tetap menjadi pilar masyarakat sipil (civil society) yang mandiri, kritis, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan dalam Rangka Pemahaman Masalah Sosial Kemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah di Pendopo Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini diikuti para pengurus dan perwakilan organisasi kemasyarakatan dari berbagai wilayah di Kabupaten Tegal.

Hadir sebagai narasumber Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi A, Abdul Aziz, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal. Dalam paparannya, ia mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan untuk terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus penggerak kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan semangat persatuan.

Abdul Aziz menegaskan bahwa ormas harus mampu menjaga independensi dan fungsinya sebagai kekuatan masyarakat sipil.

“Dalam konteks kebangsaan Indonesia, organisasi kemasyarakatan (Ormas) harus tetap menjaga dirinya sebagai kekuatan civil society. Selama ini, peran ormas dalam memperkuat kehidupan kebangsaan sudah berjalan dengan baik, demikian pula sinergi bersama Pemerintah Republik Indonesia perlu terus dipelihara,” ujarnya.

Ia menilai bahwa orientasi gerakan ormas hendaknya diarahkan untuk membangun masa depan bangsa melalui proses regenerasi yang berkelanjutan.

“Progres orientasi kebangsaan harus menjadi ruang lahirnya regenerasi yang produktif dalam jangka panjang. Tujuannya bukan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok, tetapi demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Abdul Aziz mengingatkan pentingnya membangun generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri kebangsaan.

Generasi hari ini harus cerdas membaca perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap memiliki integritas serta berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan bernegara,” katanya.

Menutup penyampaiannya, Abdul Aziz mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi kemasyarakatan, untuk terus merawat warisan para pendiri bangsa.

“Menjaga Indonesia berarti merawat nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para founding fathers. Semangat persatuan, gotong royong, moderasi, dan pengabdian kepada masyarakat harus terus menjadi napas perjuangan ormas, sebagaimana nilai-nilai yang selama ini juga dijaga oleh Nahdlatul Ulama dalam khidmahnya kepada agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Kegiatan yang dimoderatori Hasto Sasmito, tersebut berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui forum ini, diharapkan organisasi kemasyarakatan semakin memahami perannya dalam memperkuat kehidupan demokrasi, menjaga harmoni sosial, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Indonesia yang maju, damai, dan berkeadaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *