Menteri Fadli Zon Sebut Penyampaian Edukasi Keamanan Pangan Akan Gunakan Bahasa dan Kesenian Daerah

News47 Dilihat

MEDIASI – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, edukasi pangan aman menggunakan bahasa dan kesenian daerah merupakan langkah strategis dan inovatif untuk menjaga kesehatan bangsa sekaligus mempertahankan kearifan budaya lokal.

Fadli Zon mengatakan di Jakarta, Senin, bahwa pesan-pesan mengenai keamanan pangan akan lebih mudah dipahami, diterima, dan dipraktikkan apabila disampaikan melalui bahasa daerah, seni pertunjukan, atau melalui tradisi lisan, cerita rakyat, maupun berbagai ekspresi budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Pangan lokal tak hanya berfungsi sebagai sumber gizi, tapi juga bagian dari ekspresi budaya yang hidup di masyarakat adat di berbagai daerah di Indonesia,” katanya dalam rangka World Food Safety Day 2026.

Di satu sisi, katanya, keamanan pangan sangat penting, karena itu pemanfaatan berbagai ragam budaya menjadi sarana efektif membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pangan lokal sekaligus aman untuk dikonsumsi.

“Kebudayaan sesungguhnya merupakan kekuatan sosial yang mampu menggerakkan perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, pelibatan unsur budaya dalam edukasi keamanan pangan merupakan langkah yang sangat tepat,” dia menambahkan.

Dia pun mengapresiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menginisiasi Gerakan Kampanye 1000 Kader untuk Pangan Aman dengan Bahasa Daerah.

“Saya harap para kader tersebut menjadi agen-agen perubahan di tengah masyarakat yang mampu menyampaikan pesan keamanan pangan sesuai dengan karakter budaya daerah masing-masing,” kata Fadli Zon.

Dia menjelaskan, gerakan tersebut adalah salah satu implementasi nyata kerja sama antara BPOM dan Kemenbud. Fadli Zon berharap lebih banyak lagi kegiatan kolaboratif lainnya yang mengangkat keberagaman budaya dan kekayaan pangan lokal.

“Ini wujud nyata pelestarian budaya dapat berjalan beriring dengan pembangunan kesehatan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup bangsa,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan, pemerintah pusat dan daerah, lembaga pendidikan, masyarakat, komunitas budaya, pegiat seni budaya, tokoh adat, tokoh agama, media massa, serta generasi muda untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun budaya keamanan pangan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *