MEDIASI – Usaha kuliner Nasi Cokot milik Pak Ridwan, di Larangan Selatan Kota Tangerang terus berkembang dan menjadi pilihan sarapan favorit warga kitaran perbatasan Ibukota Jakarta, Kota Tangerang & Tangerang Selatan.
Sejak hampir 2 tahun jalan, ia yang semula mengelola Warteg (Warung Makan Khas Tegal) banting setir mengelola usaha kuliner bernama “Nasi Cokot Pak Ridwan” yang kini menjadi pilihan sarapan favorit warga sekitar Larangan Selatan.
Berjualan di outlet sederhana pinggir jalan yang terletak di Kelurangan Larangan Selatan ,Kecamatan Larangan, strategis dekat masjid, komplek perumahan, dan sekolah, Ridwan dibantu istrinya membuka lapak sejak pukul 05.30 pagi hingga sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB setiap hari. Meski hanya berjualan dalam waktu singkat, omzet usahanya bisa tembus Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per hari, dengan pendapatan bersih mencapai 40% hingga 50%.
Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari nasi cokot dengan lauk teri terong, ayam kemangi, lodho, hingga cumi dan tuna. Dengan harga terjangkau hanya Rp5.000 per porsi, pelanggan dari berbagai kalangan seperti pelajar, warga komplek, pegawai rutin membeli. Ia juga melayani pesanan dalam jumlah besar lewat WhatsApp dan menyediakan layanan antar.
Tak hanya andalkan pemasaran offline, Ridwan juga aktif memasarkan produknya secara online, memperluas jangkauan pelanggan.
Meski sempat mempunya Warung Makan permanen yang cukup bagus dengan omset cukup besar di bilangan Larangan Selatan , Ridwan tak menyerah dan gengsi berjualan di lapak sederhana pinggir jalan.
“Saya berharap usaha ini bisa tambah berkembang, bisa buka cabang, dan bisa mencukupi keluarga serta pendidikan anak-anak,” ujarnya penuh semangat.
Pak Ridwan membuktikan bahwa dengan tekad kuat dan dukungan yang tepat, usaha kecil pun bisa tumbuh dan menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.












