Angan-Angan

Publika1008 Dilihat

MEDIASI – Mancius, Uskup pertama dari Lisabon berseloroh :

“Hidup adalah apa yang ada di dalam genggaman tangan, bukan yang ada dalam angan-angan”

Bersyukur dan terus bersyukur atas apa yang sudah ada adalah kunci kelimpahan kebahagiaan hidup.

Mereka yang mengejar angan-angan dan mencampakkan apa yang sudah dimiliki niscaya hanya akan melompat dari satu kegelisahan menuju kegelisahan yang lain; mungkin di satu titik menemui kesenangan tapi itu bukan kebahagiaan..

Saat kita diam sejenak, hening, memejamkan mata, kita akan sadar betapa liar pikiran kita, betapa liar angan-angan kita. Sadari dan ditonton saja semua pikiran dan angan-angan itu, tanpa perlu dihakimi, tanpa perlu diikuti.

Manusia mengalami kelelahan menjalani hidup karena menjadi pengikut angan-angan, lupa diri dengan yang sudah di genggaman tangan. Lupa bersyukur.

Oleh : Haris el Mahdi (Penggerak GUSDURian Batu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *