Budiman Sudjatmiko

Publika33 Dilihat

MEDIASI – Pada masanya, ia adalah simbol anak muda yang melawan Orde Baru. Aktif mengorganisasi buruh dan petani, mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD), partai paling progresif di Indonesia pasca 1965. Waktunya habis untuk itu sampai di-DO dari UGM.

Ia ditangkap dalam peristiwa kudatuli, 27 juli 1996. Divonis 13 tahun penjara. Momen heroik Budiman adalah saat persidangan membaca manifesto PRD sebagai pledoi.

Baru menjalani penjara 3,5 tahun, ia mendapat amnesti dari Presiden Abdurrahman Wahid.

Selepas dari penjara, ia “dipungut” Taufik Kiemas dan disekolahkan ke Inggris. Ia kuliah di SOAS, University of London ambil ilmu politik, dilanjut ambil master hubungan internasional di Cambridge University.

Selepas dari Inggris, ia mengabdi di PDIP, menjadi anggota DPR 2 periode. Karya terbaik Budiman saat menjadi anggota DPR adalah lahirnya UU Desa yang membuat desa mendapat anggaran langsung dari APBN. Ini merupakan salah satu filosofi sosialis demokrat PRD.

Hubungan Budiman dengan Megawati sangat dekat. Megawati-lah yang memberi nama anak Budiman, Puti Jasmine.

Tiba-tiba, pada pilpres 2024, Budiman berbelok mendukung Prabowo, orang yang dalam sidang DKP terbukti menculik teman-temanya di PRD. Tim merpati dan tim mawar disebut dalan sidang DKP TNI itu.

Budiman adalah anak revolusi yang memilih jalan berbeda dengan cita awal perjuangan. “Perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan melawan lupa” ujar sastrawan Praha, Milan Kundera.

Apakah Budiman akan pulang? Sejarah yang akan membuktikan.

Oleh : Haris El Mahdi (GUSDURian Batu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *