Senator Abdul Kholik Berharap Peran Aktif PERGUNU Cegah Perilaku Bullying di Sekolah

News266 Dilihat

MEDIASI – Anggota DPD RI Dr Abdul Kholik berharap guru-guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), terutama guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk lebih berperan aktif mencegah terjadinya perilaku bullying atau perundungan siswa di lingkungan sekolahnya.

Hal itu diungkapkan Senator Abdul Kholik saat memberikan sambutan pada acara ‘Pelatihan Nasional PP Pergunu berkolaborasi dengan Pokjawas PAI, MGMP PAI SMP, SMA, SMK dan KKG PAI SD’ yang dilaksanakan oleh Pengurus Pusat PERGUNU.

Pada kesempatan tersebut, Kholik mengungkapkan keprihatinannya dengan masih banyak terjadinya bullyng di sekolah di berbagai daerah saat ini. Ia meminta para guru memitigasi dan antisipasi terhadap perilaku para muridnya, terutama dalam bermedia sosial serta psikologis mereka.

“Kita jadikan bahan bersama-sama adalah beberapa waktu lalu kita masih mendengar adanya kekerasan di sekolah seperti kasus di Jakarta Utara, Jakarta Barat dan beberapa daerah di Sumatera. Ini tentu mengkhawatirkan buat kita sebagai guru dan menjadi semacam warning, sehingga pentingnya mitigasi dan antisipasi,” ungkapnya.

“Anak-anak sekarang dengan akses media digital yang luar biasa kadang-kadang cara bertindaknya perlu perhatian dan kewaspadaan guru, termasuk memperhatikan siswa yang introvet dan tertekan dan seterusnya,” lanjutnya.

Selain itu, Kholik juga berharap adanya inovasi-inovasi guru, terutama yang tergabung dalam Pergunu, untuk bisa mengaplikasikan pembelajaran yang faktual yang membuat siswa semakin tertarik dan semangat belajarnya.

“Saya juga mendorong Pergunu untuk mengaplikasikan pembelajaran-pembelajaran yang bisa memberi pemahaman-pemahaman yang secara faktual dengan berbagi pendekatan-pendekatan yang inovatif yang membuat siswa jadi semakin belajarnya tertarik, semangat punya rasa memiliki yang kuat terhadap sekolah dan guru,” ujarnya.

Kegiatan Pelatihan Nasional kolaborasi PP Pergunu dan DPD RI ini dilaksanakan secara selama 3 hari secara daring dengan Tajuk Pelatihan Nasional “Implementasi CP PAI Terbaru/Kepka BKPDM No.020/2026 dalam Perencanaan Pembelajaran PAI di Sekolah jenjang SD, SMP, SMA/SMK” dan diikuti aktivis pendidikan serta guru-guru PAI seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *