Senator DPD RI Abdul Kholik : Pesantren Berkontribusi Sangat Besar bagi Indonesia

Nusantara411 Dilihat

MEDIASI – Pesantren telah berdiri jauh sebelum berdirinya Republik Indonesia dan memiliki peran yang luar biasa dalam kemerdekaan melalui peran Kyai dan para santri.

Hal itu disampaikan oleh Anggota MPR RI Abdul Kholik dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan Seminar Nasional bersama Himpunan Alumni An Nawawi (Himawan) di Kampus IAI An Nawawi (17/3)

“Pesantren memiliki sejarah panjang dan telah berkontribusi sangat besar bagi bangsa Indonesia. Pondok pesantren telah eksis jauh sebelum era kemerdekaan Indonesia. Lembaga pendidikan ini bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi kawah candradimuka bagi para pejuang dan mujahid yang berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan karakter bangsa.” Kata Kholik yang saat ini menjabat sebagai Ketua Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI.

Senator asal Jawa Tengah tersebut juga menyoroti kejadian yang sempat ramai dibincangkan dengan framing negatif terhadap pesantren di salah satu stasiun TV nasional yang menurutnya tidak pantas dan melecehkan.

“Sangat tidak pantas jika ulama dan pesantren, yang telah berjasa besar dalam mencetak tokoh bangsa justru dilecehkan dengan framing yang negatif. Sikap merendahkan ini menurut saya tidak mencerminkan karakter dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia,” tegas Kholik.

Karena itu, Kholik pun menekankan pentingnya menghormati warisan budaya dan keagamaan seperti pesantren dan berharap hal tersebut tidak kembali terulang.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Kyai Chalwani juga menyampaikan bahwa perjuangan santri dalam kemerdekaan jauh sebelum 1945. Antara lain Pangeran Diponegoro yang merupakan santri yang berani melawan penjajah dan menggerakkan santri-santrinya dan masyarakat yang berempati juga turut melawan penjajah. Bahkan diketahui bersama, perlawanan Diponegoro membuat Belanda bangkrut akibat perang yang panjang.

Seminar tersebut selain dihadiri para alumni Ponpes An Nawawi seluruh Indonesia, juga dihadiri berbagai pihak, antara lain Pengasuh dan Pengurus Yayasan An Nawawi dan Civitas Akademika IAI An Nawawi. (AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *