MEDIASI – Wilayah Pekalongan, baik di hulu maupun hilir mengalami berbagai bencana, antara lain banjir, longsor dan rob. Bencana yang merugikan tidak hanya harta dan jiwa tersebut salah satunya diakibatkan oleh aktivitas penambangan ilegal.
Pernyataan tersebut disampaikan Senator DPD RI dan Anggota MPR RI, Abdul Kholik, dalam kegiatan Sosialisasi dan Capacity Building PC GP Ansor Kota Pekalongan (3/2) bertempat di Gedung PC Muslimat NU Kota Pekalongan dan dihadiri pengurus dan kader GP Ansor se Kota Pekalongan.
Senator Abdul Kholik menyebutkan bahawa melihat sejarahnya aktivitas penambangan ilegal di Pekalongan saat ini sangatlah masif. “Galian C tersebut mayoritas menambang pasir, batu dan tanah urug. Sehingga karena pengawasan yang lemah menjadikan masyarakat hulu maupun hilir menerima akibat buruknya, antara lain banjir, longsor dan memperburuk kondisi rob yang telah terjadi lama selama ini,” ungkapnya.
Kegiatan Sosialisasi dan Capacity Building dilakukan untuk memperkuat kesadaran kolektif, khususnya bagi para pengurus dan kader PC GP Ansor Kota Pekalongan agar dapat berperan aktif dalam upaya memitigasi bencana yang ada di Pekalongan.
Menurut Kholik lebih lanjut, bencana alam tidak terjadi secara tiba-tiba. Selalu ada hukum kausalitas (sebab akibat) di mana manusia merambah hutan, merusak alam, membuang sampah dan limbah ke sungai, pemanfaatan air tanah berlebihan, termasuk jalur Pantura yang dilewati kendaraan yang sangat berat turut menekan kerusakan alam.
“Pemerintah diharapkan dapat menegakkan aturan dengan menutup penambangan yang ilegal dan berupaya mengembalikan keseimbangan lingkungan (normalisasi),” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut Kholik pun berharap peran aktif dari GP Ansor dalam edukasi masyarakat terkait bencana alam dan tambang ilegal. Selain itu, Ansor pun dapat dilibatkan untuk memberdayakan masyarakat agar turut menjaga lingkungan melalui sosialisasi dan berbagai aksi nyata. (AM)







