Senator Abdul Kholik Dorong Terus Jasela Jadi Daerah Khusus Penyangga Pangan

Nusantara11 Dilihat

MEDIASI – Kawasan Jawa Tengah bagian Selatan (JASELA) dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai wilayah penyangga panhan nasional. Hamparan lahan pertanian yang luas, ketersediaan sumber daya air, kekayaan komoditas pangan, serta potensi sektor maritim menjadi modal penting bagi kawasan yang membentang dari Cilacap hingga Magelang tersebut.

Namun, di balik potensi itu, JASELA masih menghadapi berbagai persoalan mendasar. Keterbatasan infrastruktur, menurunnya produktivitaa pertanian, lemahnya konektivitas antarwilayah, hingga minimnya regenerasi petani menjadi tantangan yang harus segera diatasi apabila kawasan ini ingin berperan lebih besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Jawa Tengah (Jateng), Dr Abdul Kholik mengatakan, Jateng saat ini menghadapi tantangan besar karena jumlah penduduknya yang mencapai sekitar 38 juta jiwa. Jumlah tersebut bahkan melampaui populasi beberapa negara di Asia Tenggara seperti Malaysia maupun Kamboja.

“Persoalannya adalah kapasitas fiskal daerah yang belum sebanding dengan besarnya jumlah penduduk. Ini menjadi tantangan yang sangat substansial bagi Jawa Tengah,” kata Kholik dalam diskusi Penyusunan usulan Jasela sebagai kawaaan penyangga pangan di Purwokerto, Banyumas.

Diskusi tersebut melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari wilayah Barlingmacakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) serra Purwomanggung (Purworejo, Wonosobo, Magelang, dan Temanggung). Kegiatan juga dihadiri perwakilan Bank Indonesia dan akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Menurut Kholik, selama ini perhatian pembangunan di Jateng lebih banyak terpusat di kawasan Pantai Utara (Pantura), terutama pada sektor Industri dan pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, kawasan selatan yang memiliki sumber daya alam melimpah belum berkembang secara optimal.

Padahal, Jasela memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan pariwisata. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kawasan ini diyakini mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, sebuah gagasan yang dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Kholik menilai pengembangan Jasela sebagai kawasan penyangga pangan bukan sekedar program pembangunan daerah, melainkan bagian dari strategi nasional untuk menjaga kedaulatan pangan Indonesia.

“Dalam kerangka pembangunan Jawa Tengah, kawasan selatan seringkali belum menjadi fokus utama. Karena itu, perlu dorongan kebijakan yang lebih kuat agar perkembangan ekonomi berlangsung lebih merata,” ujar Kholik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *